HOTLINE 0761 - 9854+++ BISNISLAB
shopping cart Anda memiliki 0 produk yang dipesan
dengan total Rp 0,-
Lihat Pesanan

Berkat Kuliah di Harvard, Duo Indonesia-Malaysia Ini Dilirik Bank Besar

google plus Pinterest
Gupta membaca e-mail Teo. Kebetulan, Gupta dan DBS sedang mencari cara untuk memperbaiki layanan perbankan melalui internet dan Funding Societies, perusahaan ventura yang didirikan Teo dan Wijaya hadir di saat yang tepat.

Gupta pun membalas e-mail Teo dan mengutarakan ketertarikannya. Kini, Teo dan Wijaya sudah menandatangani naskah kerjasama dengan DBS dan beberapa bank Asia Tenggara lainnya.

Kerjasama untuk berkolaborasi dengan startup buatan mereka, yang menghubungkan investor dengan perusahaan kecil dan menengah.

Kesuksesan Teo dan Wijaya sebagai wirausaha sambil kuliah di sekolah pascasarjana top dunia itu menunjukkan bahwa perbankan di Asia sangat ingin bekerjasama dengan perusahaan teknologi finansial (fintech) ketimbang berkompetisi.

Padahal, dalam sebuah survei global terhadap eksekutif sektor keuangan yang dihelat PricewaterhouseCoopers, 95 persen bankir menyatakan sebagian bisnis mereka akan hilang oleh perusahaan fintech.

"Gangguan sektor keuangan jelas sedang berlangsung. Mengingat kecepatan perkembangan teknologi, perbankan tidak bisa mengabaikan fintech. Membentuk kemitraan dengan inovator adalah respon yang harus diambil oleh perbankan," tulis Pricewaterhouse Coopers dalam laporannya seperti dilansir Bloomberg.

Teo dan Wijaya membaca peluang dan tren ini dan mengaplikasikannya di Asia Tenggara. Mereka adalah bagian dari 15 orang mahasiswa Harvard Business School di angkatannya yang berasal dari Asia Tenggara.

Meskipun fintech kini tengah menjamur di China, namun sudah mulai merambah Asia Tenggara.
Sumber:

Komentar Anda

Nama

:

Email

:

Komentar

: